Fenomena Gitar 'Relic': Kenapa Gitar Rusak Harganya Mahal?

Fenomena Gitar 'Relic': Kenapa Gitar Rusak Harganya Mahal?

zavier

Seni Gitar "Butut" (Relic)

Di toko musik, Anda mungkin melihat gitar Fender Stratocaster baru tapi catnya habis, besinya karatan, kayunya 'bonyok'. Harganya? 50 Juta. Sedangkan yang kinclong cuma 15 Juta. Anda tidak salah lihat.

Apa itu Relic?

Relic adalah seni "mem-bencandai" gitar baru agar terlihat dan terasa seperti gitar tua tahun 1950-an yang sudah dimainkan setiap malam selama 50 tahun di bar penuh asap rokok.

Kenapa Orang Suka?

1. The Feel (Rasa)

Gitar relic neck-nya diamplas sampai catnya hilang. Kayu ketemu kulit. Rasanya sangat halus, tidak lengket oleh cat glossy. Sangat nyaman dimainkan (worn-in feel).

2. The Vibe (Estetika)

Ada aura "Cool" memegang gitar yang terlihat 'berpengalaman'. Seperti memakai celana jeans robek-robek yang harganya lebih mahal dari jeans utuh.

3. Suara (Konon Katanya)

Cat yang tipis (atau hilang) membuat kayu bergetar lebih bebas (open pore). Banyak yang percaya gitar relic suaranya lebih resonan.

Kontroversi

Banyak juga yang benci. "Ngapain beli gitar rusak?". Mereka lebih suka gitar yang kinclong (Mint Condition). Ini masalah selera.

Kesimpulan

Jangan menilai buku dari sampulnya. Gitar relic mungkin terlihat rongsokan, tapi playability-nya biasanya settingan juara.