Kenapa Gitar Sayur (Custom Palsu) Cepat Rusak dan Fals?

Kenapa Gitar Sayur (Custom Palsu) Cepat Rusak dan Fals?

zavier

Jangan Beli Gitar "Sayur"!

Di marketplace Indonesia, banyak beredar gitar dengan label "Custom Pabrikan", "Import China", atau merk "Taylar", "Yamha" dengan harga miring (200-400 ribu). Di komunitas, ini dikenal sebagai Gitar Sayur.

Ciri-ciri Gitar Sayur

  • Finishing Kasar: Cat tidak rapi, ada lelehan lem di dalam body.
  • Bau: Baunya menyengat seperti lem kayu murah atau cat tiner.
  • Fret Tajam: Ujung besi fret tidak diamplas, bisa melukai tangan saat digeser.
  • Jarak Senar Tinggi: Action setinggi tiang listrik. Susah dipencet.
  • Fals (Intonasi Ngaco): Ini yang paling parah. Anda stem senar 'open string' sudah benar (E). Tapi begitu ditekan di fret 12, nadanya melenceng jauh. Ini karena perhitungan jarak fret (fret scaling) asal-asalan. Anda tidak akan pernah bisa main dengan nada yang harmonis.

Dampak Bagi Pemula

Gitar sayur adalah "pembunuh hobi". Banyak pemula berhenti main gitar bukan karena mereka tidak berbakat, tapi karena alatnya memang tidak bisa dimainkan (unplayable). Jari sakit luar biasa, suara tetap fals meski sudah distem. Frustrasi.

Solusi Budget Tipis

Daripada beli gitar KW harga 400 ribu, lebih baik:

  1. Cari Gitar Bekas Original. Merk Yamaha C315 atau F310 bekas banyak dijual di kisaran 500-700 ribu. Kualitasnya jauh lebih terjamin meski lecet dikit.
  2. Merk Lokal Original. Cowboy, Kapok (yang ori), atau merk lokal luthier yang jelas.
  3. Nabung Dikit Lagi. Sabar sebulan lagi sampai budget 700-800 ribu.

Kesimpulan

Gitar adalah investasi. Gitar original yang terawat, harganya tidak akan jatuh drastis jika dijual lagi. Gitar sayur? Seringkali berakhir jadi kayu bakar.